Search with Google

Google
 

Monday, May 25, 2009

Masuk Angin

0 comments

Di masyarakat Indonesia , kita sering mendengar istilah "Masuk Angin".
Kata "Masuk Angin" tersebut mereka gunakan apabila mereka merasa:

o kedinginan
o kembung
o pegal-pegal otot dan sendi
o buang gas terus menerus
o batuk-pilek

Kerap kali mereka memakai jaket yang tebal saat berkendara motor dengan tujuan, supaya "tidak masuk angin" ..mereka mungkin beranggapan bahwa "angin" tersebut dapat masuk lewat pori-pori tubuh kita, dan dengan mekanisme "entah bagaimana" dapat menimbulkan keluhan-keluhan tidak enak seperti yang telah disebutkan di atas.
Sebenarnya di istilah Kedokteran, TIDAK ADA istilah "masuk angin", dan berbagai keluhan yang disebutkan di atas memang dapat ditimbulkan oleh Cuaca Dingin (mungkin saja banyak anginnya) namun tidak seperti yang telah dipikirkan oleh banyak orang awam... (masuk angin..).
Cuaca yang dingin dapat menimbulkan mekanisme "vasoconstricion" di mana terjadi Penyempitan pembuluh darah kita, hal ini mekanisme untuk menghambat pengeluaran kalor berlebihan dari tubuh, sehingga tidak terjadi Hipotermi. Nah... Vasokonstriksi (penyempitan) pembuluh darah ini dapat mengakibatkan peredaran darah di tubuh kita kurang lancar, sehingga hasil metabolisme, dan Asam laktat terakumulasi pada otot-otot kita, akibatnya pegal-pegal dan seluruh tubuh kita tidak enak.
Selain itu, cuaca yang dingin juga mengakibatkan "perlambatan dari gerak peristaltik saluran cerna kita", sehingga gas yang ada di saluran cerna kita tertampung sehingga dapat menjadi kembung... perut terasa penuh... ditambah lagi mungkin saja terjadi yang namanya "Aerophagi" (Makan angin). Nah, ini mungkin yang sering kita alami bila kita berkendaraan motor, atau naik Roller Coaster, tapi sambil buka mulut (Mangap), akibatnya banyak angin yang tertelan oleh kita, sehingga kita kenyang dengan angin (Kembung).
Parahnya lagi, cuaca yang dingin, dapat mengakibatkan rambut-rambut sel di saluran pernafasan kita lambat untuk bergerak, padahal fungsi pergerakan tersebut adalah untuk mengeluarkan lendir dan bakteri serta virus. Akibat dari gangguan fungsi rambut-rambut di saluran nafas ini, kita akan mudah terkena infeksi saluran nafas atas, seperti: batuk, pilek, dll.
Nah, obat-obat, jamu-jamu yang "wes..ewes..ewes... bablas angin-ne" hanya berfungsi mengeluarkan udara dalam saluran pencernaan (jadi sering buang gas), dan menghangatkan badan karena banyak mengandung jahe, dll. (that's Oke..).
Tapi, kalau jamu-jamu buat pegel-pegel... lebih baik jangan deh... karena banyak yang mengandung Steroid dan Obat penghilang sakit non steroid (NSAID), yang dapat mengakibatkan banyak komplikasi lain, seperti: Sakit lambung, bahkan sampai lambungnya jebol (bocor). Hati-hati!!
Kalau 'kerokan' boleh tidak?? Jangan Deh, karena kerokan sebenarnya untuk memecahkan kapiler-kapiler darah, sehingga terasa enak karena pembuluh darah kembali melebar... namun waw... badan kita rusak berat... dan tahukah Anda, kenapa orang yang kebiasaan dipijat dan dikerok sepertinya kecanduan? Hal itu dikarenakan tubuh kita akan mengeluarkan zat "endorfin". Sejenis Morfin namun endogen (dihasilkan tubuh), sebagai mekanisme pertahanan terhadap rasa nyeri... Jadinya seperti nge-fly saja...(that' s not good...!)

Sumber: email dari teman.

Sunday, April 13, 2008

Tips Mudah dan Murah Hilangkan Formalin

1 comments

Isu tentang formalin mungkin sudah mulai surut. Tapi upaya yang dilakukan Dra SUKESI M.Si, Dosen Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITS, untuk mengurangi kandungan formalin dalam makanan yang telah diawetkan dengan formalin, kiranya bisa dimanfaatkan.
Apalagi cara yang ditawarkannya boleh dibilang tanpa biaya tambahan apa-apa, hanya bagaimana cara memperlakukan bahan makanan itu sebelum dikonsumsi.

“Saya tertarik untuk mencoba mencari bagaimana mengurangi kadar formalin dalam makanan semata karena ternyata penggunaan bahan pengawet yang di larang itu sudah sedemikian memasyarakat,” katanya.

Apa yang harus dilakukan untuk menghilangkan kadar formalin atau deformalinisasi? Cukup mudah kata Kesi menjelaskan. Dalam siaran pers yang dikeluarkan ITS, ia menjelaskan untuk proses deformalinisasi ikan asin, dapat dilakukan dengan cara merendam ikan asin tersebut dalam tiga macam larutan, yakni air, air garam dan air leri.

”Perendaman dalam air selama 60 menit mampu menurunkan kadar formalin sampai 61,25 persen, dengan air leri mencapai 66,03 persen, sedang pada air garam hingga 89,53 persen. Ini artinya hanya dengan perlakuan dan pengetahuan yang baik sebelum dikonsumsi, kadar formalin akan hilang,” katanya.

Memang, tambahnya, kita tidak dapat menghilangkan hingga 100 persen kadar formalin yang ada. Tapi paling tidak dengan makin berkurangnya kadar formalin dalam bahan makanan itu, maka untuk mengkonsumsinya relatif aman.

”Saya tidak mengatakan formalin itu aman digunakan sebagai pengawet, tapi mengurangi kadar formalin dalam bahan makanan yang mengandung formalin menjadi penting untuk diketahui dan dipahami,” katanya.

Bagaimana dengan tahu? ”Sedikitnya ada tiga cara penanganan untuk mengurangi kadar formalin, direndam dalam air biasa, dalam air panas, direbus dalam air mendidih, dikukus kemudian direbus dalam air mendidih dan diikuti dengan proses penggorengan,” katanya.

Hasilnya, katanya melanjutkan, berbeda-beda, terbaik merebusnya dalam air mendidih kemudian diikuiti dengan proses penggorengan.

”Sedang untuk mie proses deformalinisasi terbaik adalah dengan cara merendam dalam air panas selama 30 menit, dimana hasilnya dapat menghilangkan kadar formalin hingga mencapai 100 persen. Adapun pada ikan segar, dapat dilakukan dengan merendam dalam larutan cuka 5 persen selama 15 menit,” katanya.

Sukes akan mencoba membuat apa yang telah dilakukan dalam penelitian deformalinisasi ini dalam bentuk brosur praktis agar masyarakat dengan mudah melakukannya.

”Kami sedang mencari sponsor untuk menyebarluaskan hasil penelitian ini sebagai bahan untuk penyuluhan kepada masyarakat. Harapannya melalui brosur itu masyarakat akan makin tentang dengan isu-isu formalin, karena ternyata dapat dikurangi kadarnya,” katanya.

Kegemukkan Pada Anak

0 comments

Banyak, lo, para ibu yang mengungkapkan rasa sayang pada buah hatinya lewat makanan. Anak selalu diberi makanan yang lezat-lezat penuh lemak, terus dijejali berbagai penganan/minuman manis, bahkan hadiah pun diberikan dalam bentuk makanan. Padahal, semua itu justru bisa jadi pemicu masalah obesitas atau kelebihan berat badan. Alih-alih mau sayang anak, malah membuat si kecil sakit atau kelebihan berat badan.

Nah, coba simak dan jawab dengan baik pertanyaan di bawah dan lihat hasilnya, apakah Anda selama ini memanjakan anak dengan cara yang "salah"?

1. Aktivitas favorit anak saya adalah menonton video atau TV.
Betul
Salah

2. Anak saya senang minuman yang manis seperti jus.
Betul
Salah

3. Kami sekeluarga sering makan bersama.
Betul
Salah

4. Jika anak saya terlihat tak mau makan, saya mencoba terus membujuknya agar dia mau menghabiskan makanannya.
Betul
Salah

5. Jika anak saya melakukan sesuatu hal yang baik, saya memberinya kue atau permen sebagai hadiah.
Betul
Salah

6. Anak saya kelebihan berat badan beberapa kilogram. Tapi menurut saya tak masalah. Itu, kan, cuma lemak bayi.
Betul
Salah

7. Saya tidak dapat berbuat apa-apa mengenai masalah kelebihan berat badan anak karena sudah merupakan faktor keturunan.
Betul
Salah

JAWABAN YANG BENAR
1. Salah.
Menurut para ahli, kekurangan aktivitas berolahraga merupakan kontribusi paling besar yang membuat anak menjadi kegemukan. Teve merupakan salah satu penyebab utamanya. Oleh sebab itu, batasi benar jam anak menonton teve. Akan lebih baik jika mereka tidak dibiasakan menonton teve.

2. Salah.
Minum terlalu banyak yang manis tidak hanya merusak gigi, tapi juga me
nyebabkan bahaya kegemukan. Penelitian menunjukkan, anak balita dan anak usia taman kanak-kanak yang minum tiga botol air manis atau lebih dalam sehari, cenderung lebih gemuk daripada mereka yang tidak minum manis.
Cairan manis berisi kalori yang padat dan miskin akan nutrisi. Jika si kecil mengonsumsi cairan manis secara teratur, berarti menambah sekian ratus kalori setiap harinya.

3. Betul.
Makan bersama keluarga tidak hanya menguatkan tali persaudaraan di dalam keluarga, tapi juga merupakan contoh yang baik untuk menunjukkan pada anak makanan yang sehat. Penelitian membuktikan, anak yang biasa makan secara teratur (daripada mengemil sepanjang hari) akan lebih senang mencoba berbagai macam jenis makanan dan ini membuka peluang besar untuk membiasakannya makan makanan sehat.

4. Salah.
Anak adalah hakim yang terbaik untuk dirinya sendiri. Biarkan ia menentukan berapa banyak makanan yang harus dimakan. Memaksa anak untuk makan sama dengan mendidiknya untuk tak memerhatikan bentuk badannya. Anda secara tak langsung menjadi seakan-anak berusaha agar dia merasa lapar terus dan menyantap semua makanan. Akhirnya, anak jadi kelebihan berat badan.

5. Salah.
Pujilah dengan kata-kata jika anak berperilaku baik. Pujian, ciuman, dan pelukan adalah hadiah terbaik. Sangat penting bagi anak untuk mengerti, makanan merupakan sumber vitamin dan bukan sumber percobaan. Jangan jadikan makanan sebagai kompensasi emosi karena bisa menyebabkan ia makan berlebihan dan ujung-ujungnya mengalami obesitas.

6. Salah.
Beberapa bayi tumbuh menjadi anak yang gemuk, tapi banyak juga yang tidak. Anak-anak yang mempunyai orang tua yang gemuk kebanyakan juga mempunyai masalah yang sama, menjadi gemuk, dibanding orang tua yang bertubuh langsing. Umumnya mereka juga mempunyai penyakit diabetes. Jika terlihat kemungkinan anak mempunyai masalah kelebihan berat badan, segera konsultasikan dengan dokter. Ukur berat badan dan tinggi, hal ini dapat dijadikan patokan untuk menurunkan berat badan anak.

7. Salah.
Jika Anda merasa unsur keturunan memainkan peranan, Anda harus mengontrol jenis makanan yang dimakan anak. Beri dia makanan sehat, banyak makan buah, sayuran, daging bersih tanpa lemak, biji-bijian, dan semua makanan untuk menghindari masalah kegemukan. Doronglah agar anak selalu bergerak aktif, berolah raga. Jangan lupa beri contoh yang baik pada anak.
BENAR ANDA MENJAGA KESEHATAN SI KECIL?


NILAI & ARTI
Jika banyak jawaban
yang benar:

Anda dan anak sudah berada di jalur kehidupan yang sehat dan benar. Biasakan untuk tetap memberi contoh yang baik dalam hal memilih makanan, produk yang segar. Perkenalkan jenis makanan baru yang sehat dan biasakan anak untuk berdiet dengan benar, bergerak aktif. Tanyakan pada dokter anak bagaimana cara menjaga kesehatan dan anak tetap mempunyai berat badan yang seimbang.

Jika banyak jawaban
yang salah:

Sebaiknya mulailah mengubah beberapa gaya hidup Anda. Kunjungi dokter anak dan minta penjelasan lebih banyak lagi tentang bagaimana cara mencegah kegemukan pada anak Anda. Terlalu sedikit beraktivitas, terlalu gemuk, terlalu banyak makan dan minum yang manis, membuat anak amat mudah mengalami obesitas. Terutama jika Anda dan pasangan juga mempunyai masalah yang sama.

Cobalah mengenal lebih banyak makanan segar dan berikan pada anak. Berolahragalah bersama-sama, jalan pagi, lari-lari, dan lainnya. Sekecil dan sesederhana apa pun kegiatan yang Anda lakukan bersama anak, tetap akan menolongnya menjaga keseimbangan berat badan.

Untung Ruginya Menjadi Vegetarian

0 comments

Vegetarian adalah gaya hidup yang tidak mengkonsumsi daging, produk unggas, atau ikan dan produk turunannya. Mereka juga menghindari bahan makanan yang mengandung susu dan telur.

Banyak yang meyakini, dengan menjadi vegetarian orang lebih aman dari penyakit-penyakit mematikan, seperti jantung koroner dan stroke. Soalnya makanan-makanan itu cenderung mengandung bahan-bahan membayakan, misalnya kolesterol.

Kendati begitu, menjadi vegetarian bukan berarti aman seratus persen alias tanpa risiko. "Tetap saja ada risikonya. Sebab, kelompok ini potensial kekurangan pangan hewani" kata Prof Dr Ir Ali Khomsan, Guru Besar Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga IPB. "Akibatnya, tak jarang di antara vegetarian yang mengalami anemia atau penyakit kurang darah" ujarnya.

Hal itu dapat terjadi karena mereka kekurangan zat besi dan vitamin B 12 dari bahan pangan hewani. Di samping itu, para vegetarian juga kekurangan protein yang berfungsi membangun tubuh. Itu sebab, sebaiknya anak-anak tidak menjadi vegetarian. "Soalnya, kekurangan protein, terutama protein hewani, dapat menghambat pertumbuhan mereka" tegasnya.

Diingatkan, sebaiknya seseorang baru memutuskan menjadi vegetarian bila masa pertumbuhannya telah selesai. Yakni sekitar usia 18 tahun. Begitu pun dengan olahragawan, bila ia menjadi vegetarian kemungkinan daya tahan tubuh menjadi berkurang. Karena makanan dari hewani juga memberi kekuatan bagi energi tubuh. "Olahragawan yang vegetarian biasanya akan merasa lebih lemas dibanding yang bukan vegetarian" tandas Ali Khomsan.

Secara umum, vegetarian dibagi menjadi tiga golongan. Yakni pure vegetarian (vegan), lacto vegetarian, dan lacto-ovo vegetarian. Pure vegetarian adalah orang yang benar-benar hanya makan bahan dari tumbuhan dan sama sekali tidak mengonsumsi bahan makanan dari hewani. Sementara lacto vegetarian masih mengonsumsi susu. "Sedang lacto-ovo vegetarian adalah vegetarian yang masih mengonsumsi susu dan telur" jelasnya.

Memang, menu utama vegetarian adalah sayurdan buah-buahan. Namun, tentu saja itu tidak cukup. Para vegetarian perlu suplemen (makanan tambahan) tertentu, untuk mengganti kekurangan bahan yang dibutuhkan tubuh akibat tidak mengonsumsi pangan hewani. Terutama untuk bahan zat besi dan vitamin B kompleks. Suplemen didapatkan dari luar bahan makanan pokok. Namun, sejauh vegetarian tidak merasa mengalami gangguan dengan kesehatannya, tidak mengkonsumsi suplemen juga tidak apa-apa.

Lemak Jahat VS Lemak Baik

1 comments

Selama ini, lemak diketahui sangat berpengaruh terhadap berbagai gangguan kesehatan. Padahal, tubuh kita sebenarnya sangat membutuhkan lemak yang berfungsi sebagai sumber energi untuk aktivitas sehari-hari. Para peneliti dari Harvard University, AS, mengemukakan bahwa tidak semua lemak akan berdampak buruk bagi tubuh kita, karena ada juga jenis lemak yang bersifat baik bagi tubuh.

Beberapa jenis lemak yang bersifat baik bagi tubuh, yaitu:

Lemak tak jenuh tunggal, banyak terdapat pada kacang tanah, minyak kanola, dan buah zaitun. Minyak ini sangat baik untuk mengurangi kadar kolesterol "jahat" dalam darah (LDL).
Lemak yang berasal dari kacang atau produk kacang-kacangan (almond,?mete, hazelnut, kacang tanah). Selain sebagai sumber protein, bahan makanan tersebut merupakan sumber serat dan fitokimia yang diduga mampu mencegah terjadinya kanker.
Advokad, sebagai buah dengan kandungan lemak yang baik bagi tubuh dan terbukti mengandung vitamin E yang sangat tinggi. Lemak advokad berfungsi untuk menjaga kesehatan kulit dan mencegah serangan jantung.
Ikan laut, khususnya ikan salmon dan makarel, yang mengandung asam lemak omega-3 yang sangat tinggi. Zat tersebut sangat baik dikonsumsi bagi mereka yang memiliki kadar kolestrol tinggi dan diketahui bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung, kanker, serta mengurangi gejala peradangan (seperti arthritis).


Jurus Mengendalikan Kolesterol
Hati-hati dengan kolesterol. Begitu peringatan yang kerap kita dengar. Agaknya, orang kerap salah sangka terhadap kolesterol. Kolesterol cuma dianggap sebagai zat jahat penyebab penyakit jantung dan stroke. Kolesterol adalah sejenis bahan yang bentuknya nyaris sama dengan lemak. Jika sebagian besar lemak makanan merupakan trigliserida, maka kolesterol merupakan sisanya. Trigliserida sendiri adalah ikatan antara gliserin dengan tiga asam lemak.

Di dalam tubuh, asupan lemak dari makanan dibawa ke hati (liver) untuk diubah menjadi kolesterol. Demikian pula dengan kolesterol dari makanan. Karena masih berupa lemak, kolesterol tidak larut dalam cairan darah. Agar larut dan mudah didistribusikan ke seluruh tubuh, kolesterol pun membuat ikatan dengan protein dan membentuk lipoprotein.

Lipoprotein ini kemudian diedarkan ke seluruh tubuh. Karena masih sarat kolesterol, maka ikatan lipoprotein-nya sedikit mengandung protein, sehingga berat jenisnya rendah (low density lipoprotein/LDL). Setibanya di sel tubuh, kolesterolnya dimanfaatkan untuk membangun dinding sel, sehingga muatan kolesterolnya berkurang. Hal ini menjadikan proteinnya relatif dominan, sehingga berat jenis lipoprotein-nya pun meningkat (high density lipoprotein/HDL).

Dalam perjalanan meninggalkan hati menuju ke seluruh jaringan tubuh, muatan kolesterol dalam LDL yang berlebihan mudah sekali tercecer di sepanjang pembuluh darah. Akibatnya, terjadi penyempitan arteri (aterosklerosis), yang bisa meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung. Karena itu, LDL lantas dikenal dengan sebutan 'kolesterol jahat'.

Sebaliknya dengan HDL. Sekembali dari menyetorkan kolesterol ke seluruh tubuh, muatan kolesterolnya banyak berkurang. Karena itu, dalam perjalanan pulang menuju hati, HDL 'memberi tumpangan' pada ceceran kolesterol di sepanjang pembuluh darah yang ditinggalkan LDL. Di dalam hati, ceceran kolesterol ini didaur ulang dan sebagian besar dibuang ke luar tubuh. Karena jasa baiknya inilah, maka HDL dijuluki 'kolesterol baik.'

Ada beragam manfaat kolesterol. Di antaranya meningkatkan daya tahan tubuh, memproduksi hormon dan vitamin D, serta menjaga kesehatan dinding sel. Kolesterol juga memainkan peranan penting dalam pertumbuhan jaringan otak dan saraf. Selain itu, kolesterol juga berfungsi sebagai bahan baku pembentukan garam empedu. Garam empedu ini berperan untuk meningkatkan pembuangan lemak, dengan cara mengikat lemak darah sebelum lemak tersebut diserap dinding usus. Jadi, asupan lemak yang memadai justru dapat meningkatkan kemampuan tubuh dalam membuang kelebihan kolesterol, sehingga tidak menumpuk di dalam tubuh.


Kuncinya: pengendalian
Kadang kala, tubuh kita memproduksi kolesterol melebihi jumlah yang kita butuhkan. Biasanya ini terjadi saat kita makan banyak sekali makanan berlemak. Saat itu terjadi, kolesterol akan menumpuk di dinding pembuluh darah arteri dan menyebabkan penyumbatan pembuluh darah yang bisa berujung pada stroke dan serangan jantung. Apalagi kalau penyumbatan ini mempersempit aliran darah yang menuju otak. Dari hasil penelitian US-NCEP (National Cholesterol Education Project), laki-laki berusia 20 sampai 30-an tahun yang kadar kolesterol darahnya berlebih (hiperkolesterol) berisiko meninggal 2 - 3,5 kali lebih besar akibat serangan jantung dibanding laki-laki sebaya dengan kadar kolesterol sehat. Selain itu, mereka pun memiliki harapan hidup 4 - 9 kali lebih pendek.

Selain kegemukan, faktor utama pencetus aterosklerosis adalah kadar LDL yang tinggi. Masih menurut NCEP, kadar LDL yang melebihi 160 mg/dl, meningkatkan risiko terjadinya penyempitan pembuluh darah 2,5 kali lipat. Untuk mencegah melejitnya kadar kolesterol jahat, American Heart Association menganjurkan pembatasan asupan kolesterol dari makanan kurang dari 300 mg per hari. Ini karena, tubuh dapat mensintesis kolesterol dari lemak jenuh. Untuk itu, batasi asupan lemak tidak lebih dari 30 persen kecukupan kalori, maksimum 1/3-nya merupakan lemak jenuh.

Dulu, kita dianjurkan untuk mengganti sebagian lemak jenuh dengan lemak tak jenuh ganda. Namun penelitian mutakhir menunjukkan, lemak tak jenuh tunggal justru lebih baik. Lemak tak jenuh tunggal, yang kaya asam lemak oleat (omega-9) terbukti dapat menurunkan kadar LDL tanpa mempengaruhi kadar HDL. Contohnya minyak zaitun, minyak kacang tanah, dan minyak wijen.

Sementara lemak tak jenuh ganda banyak mengandung asam lemak linoleat (omega-6). Memang, lemak tak jenuh ganda akan efektif menurunkan kadar 'lemak buruk' jika digunakan secara terbatas untuk menggantikan lemak jenuh. Namun, jika dikonsumsi berlebihan justru dapat menaikkan kadar LDL. Contohnya minyak kedelai, minyak jagung, minyak biji bunga matahari, dan minyak ikan.

Dalam upaya menurunkan kadar 'lemak buruk' di dalam tubuh, dianjurkan pula untuk memperhatikan kecukupan makanan yang bersifat hipolipidemik (dapat menurunkan 'lemak buruk'). Contoh makanan bersifat hipolipidemik yaitu makanan kaya serat, vitamin C, vitamin E, betakaroten, vitamin B5, kromium, tembaga, serta likopen. Untuk mendapatkan zat-zat penting ini, disarankan banyak mengonsumsi anggur, belimbing, kedelai, bawang putih, teh hijau, ikan laut, seledri, jahe, juga madu. Selain memperhatikan manfaat dari buah dan sayuran, Anda juga perlu memperhatikan cara pengolahan dan penyajian makanan supaya zat-zat penting yang terkandung di dalamnya tidak hilang.

Dalam memasak, harus diperhatikan lama pemasakan dan panas yang digunakan. Begitu pula dalam mengupas buah. Sebaiknya tidak terlalu banyak membuang bagian kulitnya karena pada bagian dekat permukaan kulit tersebut banyak mengandung vitamin dan mineral penting. Beberapa jenis buah bahkan dianjurkan dimakan bersama kulitnya, misalnya apel, jambu biji, dan pir.

Cara memasak juga mesti diperhatikan. Untuk membuat saus spagheti misalnya, kurangi penggunaan daging. Kalau pun menggunakan daging, pilihlah daging tanpa lemak. Latihan fisik atau olahraga yang bersifat aerobik juga sangat baik untuk membakar lemak dalam tubuh. Lakukan olahraga ini selama 30 menit dengan frekuensi 3-4 kali seminggu. Untuk hasil terbaik, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum Anda melaksanakan program olahraga ini.

Bookmark This

Ziddu - Uploading your file