Search with Google

Google
 

Saturday, April 5, 2008

Effects of Cold Water

0 comments


For those who like to drink cold water, this article is applicable to you. It is nice to have a cup of cold drink after a meal. However, the cold water will solidify the oily stuff that you have just consumed. It will slow down the digestion. Once this "sludge" reacts with the acid, it will break down and be absorbed by the intestine faster than the solid food. It will line the intestine. Very soon, this will turn into fats and lead to cancer. It is best to drink hot soup or warm water after a meal. A serious note about heart attacks - You should know that not every heart attack symptom is going to be the left arm hurting. Be aware of intense pain in the jaw line.

You may never have the first chest pain during the course of a heart attack. Nausea and intense sweating are also common symptoms. 60% of people who have a heart attack while they are asleep do not wake up. Pain in the jaw can wake you from a sound sleep. Let's be careful and be aware. The more we know the better chance we could survive.

Fighting Cancer

0 comments

Useful Information on one of the deadliest diseases of our time: CANCER

1. Every person has cancer cells in the body. These cancer cells do not show up in the standard tests until they have multiplied to a few billion. When doctors tell cancer patients that there are no more cancer cells in their bodies after treatment, it just means the tests are unable to detect the cancer cells because they have not reached the detectable size.

2. Cancer cells occur between 6 to more than 10 times in a person's lifetime.

3. When the person's immune system is strong the cancer cells will be destroyed and prevented from multiplying and forming tumours.

4. When a person has cancer it indicates the person has multiple nutritional deficiencies. These could be due to genetic, environmental, food and lifestyle factors.

5. To overcome the multiple nutritional deficiencies, changing diet and including supplements will strengthen the immune system.

6. Chemotherapy involves poisoning the rapidly-growing cancer cells and also destroys rapidly-growing healthy cells in the bone marrow, gastro-intestinal tract etc, and can cause organ damage, like liver, kidneys, heart, lungs etc.

7. Radiation while destroying cancer cells also burns, scars and damages healthy cells, tissues and organs.

8. Initial treatment with chemotherapy and radiation will often reduce tumor size. However prolonged use of chemotherapy and radiation do not result in more tumor destruction.

9. When the body has too much toxic burden from chemotherapy and radiation the immune system is either compromised or destroyed, hence the person can succumb to various kinds of infections and complications.

10. Chemotherapy and radiation can cause cancer cells to mutate and become resistant and difficult to destroy. Surgery can also cause cancer cells to spread to other sites.

11. An effective way to battle cancer is to starve the cancer cells by not feeding it with the foods it needs to multiply.

CANCER CELLS FEED ON:
a. Sugar is a cancer-feeder. By cutting off sugar it cuts off one important food supply to the cancer cells. Sugar substitutes like NutraSweet, Equal, Spoonful, etc are made with Aspartame and it is harmful. A better natural substitute would be Manuka honey or molasses but only in very small amounts. Table salt has a chemical added to make it white in colour. Better alternative is Bragg's aminos or sea salt.

b. Milk causes the body to produce mucus, especially in the gastro-intestinal tract. Cancer feeds on mucus. By cutting off milk and substituting with unsweetened soya milk cancer cells are being starved.

c. Cancer cells thrive in an acid environment. A meat-based diet is acidic and it is best to eat fish, and a little chicken rather than beef or pork. Meat also contains livestock antibiotics, growth hormones and parasites, which are all harmful, especially to people with cancer.

d. A diet made of 80% fresh vegetables and juice, whole grains, seeds, nuts and a little fruits help put the body into an alkaline environment. About 20% can be from cooked food including beans.
Fresh vegetable juices provide live enzymes that are easily absorbed and reach down to cellular levels within 15 minutes to nourish and enhance growth of healthy cells. To obtain live enzymes for building healthy cells try and drink fresh vegetable juice (most vegetables including bean sprouts)and eat some raw vegetables 2 or 3 times a day. Enzymes are destroyed at temperatures of 104 degrees F (40 degrees C).

e. Avoid coffee, tea, and chocolate, which have high caffeine. Green tea is a better alternative and has cancer-fighting properties. Water-best to drink purified water, or filtered, to avoid known toxins and heavy metals in tap water. Distilled water is acidic, avoid it.

12. Meat protein is difficult to digest and requires a lot of digestive enzymes. Undigested meat remaining in the intestines become putrefied and leads to more toxic buildup.

13. Cancer cell walls have a tough protein covering. By refraining from or eating less meat it frees more enzymes to attack the protein walls of cancer cells and allows the body's killer cells to destroy the cancer cells.

14. Some supplements build up the immune system (IP6, Flor-ssence,Essiac, anti-oxidants, vitamins, minerals, EFAs etc.) to enable the body's own killer cells to destroy cancer cells. Other supplements like vitamin E are known to cause apoptosis, or programmed cell death, the body's
normal method of disposing of damaged, unwanted, or unneeded cells.

15. Cancer is a disease of the mind, body, and spirit. A proactive and positive spirit will help the cancer warrior be a survivor. Anger, unforgiveness and bitterness put the body into a stressful and acidic environment. Learn to have a loving and forgiving spirit. Learn to relax and enjoy life.

16. Cancer cells cannot thrive in an oxygenated environment. Exercising daily, and deep breathing help to get more oxygen down to the cellular level. Oxygen therapy is another means
employed to destroy cancer cells.

Mencegah dan Mengatasi Jerawat

0 comments

Jerawat memang memalukan! Seringkali dengan seenaknya dia memilih tempat sehingga membuat muka kita tampak lucu (apalagi bila nempel di ujung hidung atau bibir!). Anda bisa seharian menutup diri di kamar.

Jerawat disebabkan oleh aktivitas kelenjar minyak di bawah kulit yang memproduksi minyak secara berlebihan dan bersama sel-sel kulit yang mati menutupi pori-pori. Hal ini mengundang bakteri sehingga mengakibatkan peradangan (inflamasi). Aktivitas kelenjar minyak meningkat karena rangsangan hormon-hormon yang mulai aktif selama masa pubertas. Itulah sebabnya mengapa jerawat kebanyakan terjadi pada remaja, meskipun tidak setiap remaja memiliki “bakat jerawat” yang sama.

Mencegah jerawat

Tidak ada kiat-kiat untuk mencegah jerawat, yang bisa dilakukan hanyalah mengurangi risiko kemunculannya:

Basuh kulit Anda dengan teratur untuk menghilangkan minyak dan sel kulit yang mati sehingga tidak menyumbat pori-pori. Namun, jangan berlebihan karena dapat membuat kering kulit dan mengiritasi jerawat yang ada. Jangan lupa untuk membasuh diri setelah berolah raga, karena keringat dapat menutupi pori-pori dan memperparah jerawat.
Sebaiknya hindari pemakaian produk perawatan muka yang dapat menutupi pori -pori.

Mengatasi atau Menghilangkan Jerawat

Jangan memencet-mencet atau mencabut butir jerawat! Tindakan tersebut dapat menekan kuman infeksi masuk ke bawah kulit, sehingga justru memperluas infeksi dan menimbulkan bekas permanen.
Coba gunakan produk anti jerawat yang dapat dibeli bebas di toko dan apotik. Mungkin perlu beberapa kali percobaan sampai Anda menemukan yang cocok. Setiap produk anti jerawat berisi bahan aktif yang berbeda-beda kekuatannya, yang paling populer adalah benzoil peroksida dan asam salisilat. Gunakan sabun/lotion anti jerawat tersebut pada pagi dan malam hari. Jangan berlebihan pemakaiannya, karena justru akan membuat kulit kering dan merangsang aktivitas kelenjar minyak.
Coba gunakan masker madu ke muka sekali dalam seminggu. Madu memiliki zat anti bakteri yang dapat menghilangkan infeksi pada jerawat dan mempercepat regenerasi sel yang mati.
Pada saat memakai hairspray atau minyak rambut, jauhkan dari muka. Minyak pada kedua produk tersebut dapat memperparah jerawat.
Bila Anda memiliki jerawat di dada atau belakang badan, hindari pakaian yang terlalu ketat karena dapat menyebabkan iritasi dan gesekan.
Konsumsi makanan yang kaya vitamin dan mineral. Beberapa nutrisi berikut dapat memperbaiki keseimbangan tubuh yang mengurangi jerawat:
Vitamin A (beta karotin). Vitamin A bermanfaat bagi pemeliharaan dan peremajaan kulit, serta berfungsi sebagai antioksidan yang mengeluarkan racun tubuh. Vitamin A banyak terdapat pada wortel dan tomat.
Kromium. Selain dikenal sebagai suplemen penurun berat badan, kromium juga bermanfaat mencegah dan menghilangkan infeksi kulit. Brokoli, bawang dan kentang adalah makanan yang kaya kromium.
Zinc (seng). Sebagai zat yang diperlukan untuk pembentukan kelenjar kulit, zinc bermanfaat menekan timbulnya jerawat. Daging sapi, susu, dan kerang banyak mengandung zinc.
Perbanyak minum air. Air bermanfaat bagi kulit dan kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.
Bila jerawat tetap bertahan dan menjadi semakin parah, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Jangan dibiarkan jerawat tetap merajalela di kulit Anda, karena dapat meninggalkan bekas luka permanen. Sesuai dengan keahlian dan pengalamannya, dokter dapat memberikan obat yang cocok bagi jerawat Anda. Selesaikan konsumsi obat tersebut sampai habis, walaupun kulit Anda sudah kembali bersih. Penghentian obat jerawat terlalu dini dapat membuatnya muncul kembali.

Sumber: email dari teman

Cara Mendapatkan Anak Liaki-Laki

0 comments

Bagaimana agar Anda memiliki anak laki-laki? Caranya mudah, meskipun tentu saja tidak memberikan jaminan 100%. Berikut adalah kiatnya:

Lakukan hubungan seks dengan pasangan Anda 24 jam sebelum ovulasi (pelepasan sel telur) dan maksimum 12 jam setelahnya. Jangan lakukan di luar periode itu.

Mengapa demikian?
Sperma berisi gen laki-laki (sperma Y) berenang lebih gesit daripada sperma berisi gen perempuan (sperma X), karena sperma Y membawa materi gen yang lebih sedikit. Bila keduanya “diadu” maka sperma Y akan mencapai sel telur lebih cepat. Namun, usia sperma Y hanya tiga hari, sedangkan sperma X lima hari. Usia sel telur hanya 12-24 jam. Bila hubungan dilakukan lebih dari 2 hari sebelum ovulasi, kemungkinan yang masih hidup di rahim tinggal sperma X. Bila hubungan dilakukan 12 jam setelah ovulasi, makan kemungkinan sel telur sudah mati.

Kiatnya memang mudah, namun tidak semudah itu dalam pelaksanaannya karena kesulitan untuk menentukan tanggal ovulasi.

Bagaimana menentukan saat ovulasi?
Bila Anda memiliki siklus menstruasi teratur, waktunya lebih mudah ditentukan. Masa subur Anda kurang lebih 14 hari setelah hari pertama menstruasi, dengan siklus haid Anda 28 hari. Pada masa subur tersebut akan terdapat satu hari di mana sel telur dilepaskan dari indung telurnya (ovulasi). Untuk memastikan apakah ovulasi sedang terjadi, berikut adalah tanda-tandanya:

Sebelum ovulasi, ada cairan mulut rahim (servical mucus) yang elastis dan bening seperti putih telur.
Pada saat ovulasi, temperatur badan Anda saat bangun pagi (basal body temperature) meningkat. Hal ini karena adanya peningkatan hormon progesteron yang mengiringi pelepasan telur.
Sakit perut. Satu dari lima wanita mengalami sakit di perut pada bagian bawah perut sebelah kanan pada saat ovulasi. Tingkat rasa sakitnya bervariasi dari hanya ringan sampai seperti ditusuk-tusuk dan berlangsung dari beberapa menit sampai beberapa jam.
Cara yang paling akurat untuk mengetahui ovulasi adalah dengan menggunakan alat tes ovulasi, yang menganalisis sampel urin guna mendeteksi adanya kenaikan hormon lutein yang khas pada saat ovulasi.

Makanan yang meningkatkan peluang Anda
Agar mendukung aktivitas sperma Y, calon ibu sebaiknya mengkonsumsi makanan tinggi natrium dan potasium serta mengurangi kalsium dan magnesium. Makanan tinggi natrium akan menciptakan lingkungan basa yang cocok bagi sperma Y. Makanan bernatrium dan potasium tinggi antara lain kedelai, pisang dan tomat. Makanan kaya kalsium dan magnesium yang perlu dihindari antara lain brokoli, bayam, dan kerang-kerangan.

Nutrisi Ibu Hamil

0 comments

Kebutuhan Gizi

Ibu hamil memerlukan makanan lebih banyak daripada biasanya. Selain untuk keperluan dirinya, ibu hamil juga harus makan untuk janin yang dikandungnya. Agar janin dapat berkembang baik, makanan ibu hamil harus memenuhi kebutuhan gizi berikut:

Kalori
Asupan kalori harus ditambah 300- 400 kkal per hari selama masa kehamilan. Tambahan kalori tersebut sebaiknya diperoleh dari sumber yang bervariasi sesuai dengan pola makan empat sehat lima sempurna. Idealnya, 55% kalori berasal dari umbi-umbian dan nasi sumber karbohidrat, 35% dari lemak nabati dan hewani, 10% dari protein dan sisanya dari sayur-sayuran dan buah-buahan.

Asam Folat
Pada beberapa minggu sebelum dan setelah awal kehamilan, embrio janin membutuhkan asam folat yang banyak untuk pembentukan sistem syaraf dan sel-sel. Tambahan 400 mikrogram asam folat per hari diperlukan selama trimester pertama kehamilan. Kekurangan asam folat dapat mengakibatkan janin tidak berkembang sempurna sehingga terlahir dengan kelainan bawaan seperti anenchephaly (tanpa batok kepala), spina bifida (tulang belakang tidak bersambung) dan bibir sumbing. Asam folat yang juga dikenal sebagai vitamin B9 banyak terdapat pada beras merah, sayuran hijau dan buah-buahan.

Protein
Selain sebagai sumber kalori, protein juga diperlukan untuk pembentukan sel dan darah. Ibu hamil membutuhkan protein sebanyak 60 gram per hari (lebih banyak 10 gram dari biasanya), yang dapat diperoleh dari daging, ikan, putih telur, kacang-kacangan, tahu dan tempe.

Kalsium
Konsumsi kalsium 1000 mg/hari diperlukan untuk menjaga pertumbuhan tulang dan gigi, kontraksi otot dan sistem syaraf.
Vitamin A. Vitamin A bermanfaat untuk pemeliharaan kulit, fungsi mata dan pertumbuhan tulang. Namun begitu, konsumsi vitamin A tidak boleh berlebihan karena dapat mengganggu pertumbuhan embrio.

Zat Besi
Zat besi banyak diperlukan untuk pembentukan darah. Kekurangan zat besi akan mengakibatkan anemia yang berbahaya bagi ibu dan bayinya. Suplemen zat besi mungkin diperlukan mulai minggu ke-20 kehamilan, terutama bila ibu hamil memperlihatkan tanda-tanda anemia. Ibu hamil membutuhkan zat besi 30 mg/hari atau dua kali lipat dari biasanya.

Vitamin C
Vitamin C bermanfaat memudahkan penyerapan zat besi oleh tubuh, selain untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi.
Vitamin D. Vitamin D berguna untuk pembentukan tulang karena membantu penyerapan kalsium.

Pantangan

Beberapa makanan dan zat lain yang harus dihindari selama kehamilan:

Kopi dan teh
Kafein pada kopi dapat meningkatkan risiko keguguran dan bayi berberat badan rendah. Bila ibu hamil sudah terbiasa minum kopi, sebaiknya porsinya dikurangi menjadi tidak lebih dari 2 cangkir per hari. Teh yang dikonsumsi berlebihan juga dapat mengganggu penyerapan zat gizi pada usus.

Alkohol dan rokok
Konsumsi alkohol dan merokok berbahaya bagi janin karena apa yang dikonsumsi ibu juga dikonsumsi janin, padahal kondisi fisiknya masih sangat rentan.

Makanan mentah/setengah matang
Makanan mentah dan setengah matang dapat membawa bibit penyakit penyebab listeriosis dan toksoplasmosis yang berbahaya bagi janin. Makanan tersebut antara lain: keju segar, susu segar (non-pasteurisasi), telur mentah/setengah matang, salad dan sate kambing/ayam yang kurang matang.

Ikan tertentu yang kaya merkuri
Beberapa ikan tertentu yang mengandung merkuri tinggi seperti mackerel (biasanya dalam kaleng), kerang dan ikan pari sebaiknya dihindari.

Pengecekan Kecukupan Gizi

Kecukupan gizi berupa vitamin dan mineral dapat dilihat dari tidak adanya gejala kekurangan vitamin/mineral, seperti anemia, gusi berdarah, dan lainnya. Indikator kecukupan gizi juga terlihat pada kenaikan berat badan yang cukup selama kehamilan. Kenaikan berat badan tersebut bervariasi dari bulan ke bulan sesuai dengan fase kehamilan.

Minggu Kenaikan berat badan

0 s.d. 12 1-2 kg

12 s.d. 28 0,3 - 0,4 kg

28 s.d. 40 1-3 kg

Calon ibu yang kurus mungkin mengalami kenaikan lebih besar dibandingkan yang gemuk. Demikian halnya dengan calon ibu yang mengandung bayi kembar. Namun, pada umumnya berat badan harus naik sebesar 10-12 kg selama kehamilan. Kenaikan berat badan yang terlalu kecil dapat mengindikasikan kekurangan gizi yang berbahaya bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Berikut adalah rincian dari mana kenaikan berat badan 10-12 kg tersebut berasal:

Bayi 3 -3,5 kg

Plasenta, cairan amnion, membran 1.8 kg

Tambahan darah , lemak, air di jaringan tubuh 4.1 kg

Uterus (rahim) 0.9 kg

pa**dara (kelenjar mammary) 0.4 kg

Sumber: email dari teman

Bookmark This

Ziddu - Uploading your file