Search with Google

Google
 

Thursday, April 3, 2008

What to Do Before an Earthquake

0 comments

Earthquakes strike suddenly, violently and without warning. Identifying potential hazards ahead of time and advance planning can reduce the dangers of serious injury or loss of life from an earthquake. Repairing deep plaster cracks in ceilings and foundations, anchoring overhead lighting fixtures to the ceiling, and following local seismic building standards, will help reduce the impact of earthquakes.

Six Ways to Plan Ahead

  1. Check for Hazards in the Home
    • Fasten shelves securely to walls.
    • Place large or heavy objects on lower shelves.
    • Store breakable items such as bottled foods, glass, and china in low, closed cabinets with latches.
    • Hang heavy items such as pictures and mirrors away from beds, couches, and anywhere people sit.
    • Brace overhead light fixtures.
    • Repair defective electrical wiring and leaky gas connections. These are potential fire risks.
    • Secure a water heater by strapping it to the wall studs and bolting it to the floor.
    • Repair any deep cracks in ceilings or foundations. Get expert advice if there are signs of structural defects.
    • Store weed killers, pesticides, and flammable products securely in closed cabinets with latches and on bottom shelves.
  2. Identify Safe Places Indoors and Outdoors
    • Under sturdy furniture such as a heavy desk or table.
    • Against an inside wall.
    • Away from where glass could shatter around windows, mirrors, pictures, or where heavy bookcases or other heavy furniture could fall over.
    • In the open, away from buildings, trees, telephone and electrical lines, overpasses, or elevated expressways.
  3. Educate Yourself and Family Members
    • Contact your local emergency management office or American Red Cross chapter for more information on earthquakes. Also read the "How-To Series" for information on how to protect your property from earthquakes.
    • Teach children how and when to call 9-1-1, police, or fire department and which radio station to tune to for emergency information.
    • Teach all family members how and when to turn off gas, electricity, and water.
  4. Have Disaster Supplies on Hand
    • Flashlight and extra batteries.
    • Portable battery-operated radio and extra batteries.
    • First aid kit and manual.
    • Emergency food and water.
    • Non electric can opener.
    • Essential medicines.
    • Cash and credit cards.
    • Sturdy shoes.
  5. Develop an Emergency Communication Plan
    • In case family members are separated from one another during an earthquake (a real possibility during the day when adults are at work and children are at school), develop a plan for reuniting after the disaster.
    • Ask an out-of-state relative or friend to serve as the "family contact." After a disaster, it's often easier to call long distance. Make sure everyone in the family knows the name, address, and phone number of the contact person.
  6. Help Your Community Get Ready
    • Publish a special section in your local newspaper with emergency information on earthquakes. Localize the information by printing the phone numbers of local emergency services offices, the American Red Cross, and hospitals.
    • Conduct a week-long series on locating hazards in the home.
    • Work with local emergency services and American Red Cross officials to prepare special reports for people with mobility impairments on what to do during an earthquake.
    • Provide tips on conducting earthquake drills in the home.
    • Interview representatives of the gas, electric, and water companies about shutting off utilities.
    • Work together in your community to apply your knowledge to building codes, retrofitting programs, hazard hunts, and neighborhood and family emergency plans.
From: http://www.fema.gov/hazard/earthquake

Microsoft Word Shortcut

0 comments

Here is some Microsoft Word shortcut. It's very usefull. Enjoy!

Command Name

Modifiers

Key

Or

FONT

Double Underline

Ctrl+Shift+

D

Word Underline

Ctrl+Shift+

W

Font

Ctrl+Shift+

F

Font Size Select

Ctrl+Shift+

P

All Caps

Ctrl+Shift+

A

Small Caps

Ctrl+Shift+

K

Symbol Font

Ctrl+Shift+

Q

Subscript

Ctrl+

=

Superscript

Ctrl+Shift+

=

COLUMN & TABLE

Start of Column

Alt+

Page Up

Alt+Shift+PgUp

End of Column

Alt+Shift+

Page Down

Start of Row

Alt+

Home

Alt+Shift+Home

End of Row

Alt+Shift+

End

End of Line

End

End of Window

Alt+Ctrl+

Page Down

EDIT

Paste Format

Ctrl+Shift+

V

Undo

Ctrl+

Z

Alt+Backspace

Redo

Alt+Shift+

Backspace

Redo or Repeat

Ctrl+

Y

Find

Ctrl+

F

Repeat Find

Shift+

F4

Alt + Ctrl + Y

Replace

Ctrl+

H

Sort

Go Back

Alt+Ctrl+

Z

Go To

Ctrl+

G

F5

Page Break

Ctrl+

Return

FORMAT

Apply List Bullet

Ctrl+Shift+

L

Style

Ctrl+Shift+

S

Auto Format

Alt+Ctrl+

K

Copy Format

Ctrl+Shift+

C

Update Auto Format

Alt+Ctrl+

U

Right Para

Ctrl+

R

Auto Text

Alt+Ctrl+

V

Create Auto Text

Alt+

F3

Indent

Ctrl+

M

Un Indent

Ctrl+Shift+

M

FILE

Save As

F12

Close or Exit

Alt+

F4

Doc Close

Ctrl+

W

GENERAL

Print Preview

Ctrl+

F2

Alt+Ctrl+I

Normal

Alt+Ctrl+

N

Normal Style

Ctrl+Shift+

N

Apply Heading “ X “

Alt+Ctrl+

“ X “

Turunkan kolesterol dengan seledri

0 comments

Salah satu penyakit paling populer di zaman ini ialah kelebihan kolesterol atau hiperkolesterolemia. Ia ditakuti lantaran bisa mengganggu kesehatan jantung. Dengan berpantang makanan sumber kolesterol, kadar kolesterol darah ini bisa dikurangi. Kalaupun sudah kadung tinggi, bisa diturunkan dengan mengkonsumsi bahan alami seperti seledri, bawang putih, bawang prei, atau temulawak.

Seorang pria eksekutif muda tiba-tiba saja menolak ajakan rekan-rekannya menyantap tongseng ketika makan siang bersama di sebuah warung. Padahal sebelumnya, makanan lezat yang terbuat dari daging kambing ini termasuk favoritnya. Setelah diledek macam-macam, akhirnya dia buka kartu. "Gua kena kolesterol, nih!". Rupanya, dia menderita kelebihan kadar kolesterol alias hiperkolesterolemia. Ia lalu bercerita, seminggu sebelumnya hasil pemeriksaan kesehatannya menunjukkan kadar kolesterol dalam darahnya sudah menembus plafon sehat.
Dokter memang memberinya resep obat, tetapi - tahu sendiri - harganya mahal. Ia hanya menebus resep sekali saja. Sebagai gantinya ia bertanya sana-sini adakah bahan alami berkhasiat obat untuk melawan hiperkolesterolemia, selain mencoba melakukan olahraga dan diet secara teratur.

Celakanya, hiperkolesterolemia termasuk gangguan yang relatif baru diketahui dalam dunia kedokteran. Makanya, tidak dikenal obat tradisionalnya. Kalaupun kemudian diketahui obat alami untuk kondisi ini, sifatnya bukanlah warisan nenek moyang. Untunglah, beberapa penelitian sudah membuktikan adanya sejumlah bahan alami yang bisa dijadikan obat.

Beberapa tanaman yang telah diteliti dan memberi indikasi positif dalam penyembuhan hiperkolesterolemia di antaranya adalah tanaman yang biasa dipakai sebagai bahan sayur dan bumbu dapur. Umpamanya, bawang putih, bawang prei, seledri, temulawak, belimbing wuluh, kunyit, dan teh hijau.

Seperti diketahui, selain bisa dibuat oleh tubuh di dalam hati, kolesterol yang merupakan substansi lemak itu hanya ditemukan dalam bahan makanan hewani. Dua komponen penting dari kolesterol adalah LDL (low-density lipoprotein), yang disebut pula kolesterol "jahat", dan HDL (high-density lipoprotein) yang disebut kolesterol "baik".

Sebenarnya, kita hanya perlu sejumlah kecil kolesterol yaitu untuk membuat dan memelihara sel-sel saraf serta untuk membuat hormon. Kalau kadar kolesterol dalam pembuluh darah berlebihan, maka sebagian kolesterol itu akan mengendap. Hal ini memungkinkan terjadinya kalsifikasi atau pengapuran sehingga pembuluh darah tidak elastis lagi. Akibatnya, timbul tekanan darah tinggi.


Temulawak, rimpang yang juga banyak dipakai untuk ramuan jamu.
Keadaan itu dapat membahayakan, terutama bila sampai menyebabkan pecahnya pembuluh darah. Apalagi pembuluh yang pecah adalah pembuluh darah di otak yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Bila pengapuran terjadi di pembuluh darah jantung, organ vital ini akan kekurangan pasokan darah sehingga kekuatannya berkurang. Kalau aliran darah sampai tersendat, akan terjadi infark jantung yang membuat denyut jantung tidak teratur atau sama sekali tidak kuat. Akibatnya bisa fatal.

Mencegah penggumpalan darah
Untuk mencegah agar tidak mencapai tahap yang fatal, mau tidak mau kadar kolesterol harus dinormalkan dengan menurunkan LDL dan meningkatkan HDL dalam darah. Penelitian menunjukkan, untuk setiap penurunan tingkatan kolesterol 1%, risiko penyakit jantung dikurangi sampai 2%.

Pada hewan percoban, sari bawang putih Allium sativum terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol serum dan trigliserida dalam serum darah. Ia juga dapat menaikkan kadar HDL serta meningkatkan aktivitas fibrinolitik. Umbi bawang putih ini pun bisa mencegah terjadinya infiltrasi (penyusupan) lemak, menghambat atau mencegah agregasi platelet (bagian darah yang berperan dalam pembekuan darah), sehingga penggumpalan darah tidak terjadi. Semua ini mencegah terjadinya pengapuran dan akan mencegah terjadinya tekanan darah tinggi serta serangan jantung (koroner). Maka tak salah kalau bawang putih juga dikatakan bersifat antiarteriosklerosis. Percobaan pada manusia lebih berarti untuk pencegahan.

Seluruh bagian tanaman bawang putih mengandung minyak atsiri. Kandungan senyawa itu lebih banyak terdapat di dalam daunnya ketimbang pada umbinya. Sayangnya, bawang putih mengeluarkan aroma menyengat. Untuk menghilangkannya telah dicoba dengan mencampurnya dengan minyak atsiri sirih. Juga telah dicoba dengan menggunakan campuran daun beluntas. Secara in vitro, daun beluntas bisa menghilangkan bau bawang putih, tetapi tidak mempengaruhi potensi bawang putih.

Diperlukan dua siung bawang putih atau sekitar 4 g setiap kali mengkonsumsinya. Umbi putih dengan rasa menyengat ini dikunyah hingga halus baru ditelan. Setelah itu minum air hangat secukupnya. Ini dilakukan sebanyak tiga kali dalam sehari.

Penelitian menggunakan seledri Apium graveolens L. menunjukkan hasil positif pada tikus putih. Kadar kolesterol darah hewan percobaan yang diberi rebusan daun seledri ternyata menurun.


Rasa dan aroma bawang putih memang menyengat, tapi demi kesehatan, jangan dipersoalkan.
Di dalam daun seledri terkandung senyawa glukosida, apiin, dan apoil yang memberi aroma khas. Namun, senyawa apa yang berkhasiat menurunkan kadar kolesterol darah belum terungkap.

Bila daun ini dipilih sebagai obat, diperlukan sebatang seledri yang direbus dengan 1 gelas minum air hingga mendidih. Setelah dingin, minumlah air rebusan itu. Dalam sehari cukup minum satu kali.

Terbukti pada hewan percobaan
Begitu pula ekstrak temulawak Curcuma xanthorrhiza dan kunyit Curcuma domestica. Keduanya dapat menurunkan kadar kolesterol darah hewan percobaan. Dengan dosis 6 ml, 8 ml, dan 10 ml, rimpang temulawak dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah kelinci yang mengalami hiperlipidemia. Pada dosis 10 mg, 15 mg, dan 20 mg kurkuminoid temulawak menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida. Khusus pada dosis 20 mg, pengaruh yang diberikan berupa peningkatan HDL-kolesterol darah. Sementara, kunyit mempunyai sifat menurunkan kadar kolesterol pada tikus. Ini berkat kurkumin yang terkandung di dalamnya.

Daun bawang prei (Allium porrum L., A. fistulosum L.) termasuk yang telah diteliti kemampuannya dalam menurunkan hiperkolesterolemia. Dalam penelitian itu, digunakan tikus yang diberi ekstrak daun bawang prei yang jumlahnya setara dengan 10 g bawang daun/kg BB (berat badan)/hari selama 60 hari. Hasilnya ternyata meningkatkan kadar trigliserida dan kolesterol darah tikus. Tapi pada tikus yang dietnya diberi sukrosa, pemberian ekstrak dengan jumlah dan jangka waktu sama ternyata dapat menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol darah.

Buah belimbing wuluh Averrhoa bilimbi L. yang biasa digunakan sebagai bagian dari bumbu masak atau sayur, terbukti pula menurunkan kadar kolesterol darah. Dari penelitian terbukti, air perasan belimbing wuluh dengan volume 1 ml, 1,5 ml, 2 ml, dan 2,5 ml secara oral pada tikus putih dapat menurunkan kadar kolesterol dalam serum darahnya.

Sementara pada dosis tertentu, 0,54 g/200 g BB, teh hijau ternyata mampu menurunkan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, trigliserida, dan berat badan tikus putih. Tapi teh hijau tidak mempengaruhi kadar kolesterol HDL.


Tikus yang dietnya diberi sukrosa bawang prei, kadar kolesterol darahnya turun.
Sayangnya, takaran optimal empat bahan obat terakhir untuk menurunkan kadar kolesterol pada manusia belum diketahui. Ini lantaran penelitian belum sampai pada penerapannya bagi manusia. Data empiris pun masih belum ditemukan. Untuk memanfaatkannya, memang perlu percobaan. Yang pasti, semua tanaman tadi dalam penelitian tidak menunjukkan sifat toksik (beracun), sehingga relatif aman untuk dicoba dalam upaya menurunkan kadar kolesterol darah.

Bagaimanapun pengobatan merupakan langkah baik untuk menurunkan kadar kolesterol darah yang telanjur tinggi. Namun, tindakan pencegahan tetap lebih baik. Beberapa patokan sederhana untuk mencegah hiperkolesterolemia di antaranya menambah kadar serat dapat larut dalam diet dengan makan buah-buah, sayuran, kekacangan, dan bebijian; memilih lauk produk daging putih atau ikan; menyingkirkan kulit sebelum memasak ayam; memilih daging tak berlemak dan membuang semua lemak yang ada, serta mengkonsumsi dalam porsi sedang.

Juga membatasi jumlah kacang tanah yang dikonsumsi; membatasi penggunaan mentega, margarin, keju, dan minyak goreng dari kelapa atau kelapa sawit, sebaliknya gunakan minyak bunga matahari, kedelai, kanola, atau minyak zaitun; memilih produk-produk makanan dan minuman yang tanpa atau rendah lemak; dan bila kelebihan bobot badan, sebaiknya lakukan penurunan bobot badan dan olahraga.

Stress

0 comments

STRES
sebuah kata yang sangat akrab di telinga dan sangat populer melebihi ketenaran nama seorang selebriti ngetop, saat ini di jaman yang serba instan stres menjadi cikal bakal dari sebuah keadaan yang sangat menakutkan untuk perkembangan fisik maupun mental dari seseorang,
selain menguras tenaga juga melemahkan sistem kekebalan tubuh. Dampak destruktifnya antara lain adalah kecapekan, ketidakbahagiaan, ketidaksabaran dan kemarahan. Karena itu, stres harus sesegera mungkin ditaklukkan.

Pada dasarnya, ada 2 (dua) metode yang digunakan untuk mengatasi/menghilangkan stres.Pertama adalah dengan obat-obatan dan yang kedua dengan metode meditasi (melatih, merawat dan membina pikiran). Dari kedua metode ini, yang pertama (melalui obat-obatan) hanya bersifat sementara saja yaitu menangani gejala yang timbul dan tidak menghilangkan penyebabnya. Sedangkan yang kedua menghilangkan penyebabnya. Karena faktor utama timbulnya stres adalah pikiran yang tidak terkontrol dengan baik. Melalui pelaksanaan meditasi,
pikiran yang kacau/kusut akan difokuskan pada suatu objek. Pikiran yang telah terfokuskan pada suatu objek akan mudah dikontrol dan diarahkan. Setelah itu, dicari solusi bijaksana untuk menangani pokok permasalahan yang timbul.

Saat merasa Stres:1. Hentikan kerja untuk sesaat dan jalan-jalan dengan santai. Tujuannya, tiada lain adalah:
a. Menghindari hasil kerja yang tidak optimal.

b. Menghindari kegagalan kerja.
c. Mengurangi tekanan stres.
Setelah pikiran mulai santai dan relaks, pekerjaan sudah bisa dilanjutkan.

2. Minum air segar/juice kesukaan. Tujuannya adalah tubuh menjadi segar dan otomatis pula akan menyegarkan pikiran.

3. Bernapas perlahan-lahan. Tujuannya adalah untuk menormalkan “beat” atau detak jantung yang tidak beraturan.

4. Untuk mengatasi nafsu makan, makan makanan kesukaan. Tujuannya adalah agar stamina senantiasa terjaga dengan baik. Stamina yang fit akan berdampak langsung pada kestabilan pikiran.

5. Jika suka musik atau nonton film, bunyikan musik dan pergi nonton film kesukaan. Tujuannya adalah agar terjadi relaksasi pada pikiran sehingga tekanan stres terkikis sedikit demi sedikit.

6. Lakukan apa yang disukai. Tujuannya adalah agar pikiran menjadi segar sehingga tekanan stres sirna perlahan-lahan.

7. Cari hal-hal yang sifatnya humor, lucu atau jenaka. Tujuannya adalah agar pikiran menjadi relaks dan santai sehingga pikiran bisa terfokuskan dengan baik.

8. Berkata kepada diri sendiri:
a. Saya tenang.
b. Saya santai dan bahagia.
c. Saya punya kekuatan untuk mengatasi semua pemasalahan.
d. Tubuh, pikiran dan perasaan saya tenang.
Tujuannya adalah agar kepercayaan diri meningkat dan semua permasalahan akan semakin mudah ditangani.

9. Lakukan olahraga ringan. Tujuannya adalah agar jasmani menjadi segar dan santai sehingga berdampak konstruktif bagi pikiran.

Agar bebas dari stres, kuncinya adalah terima apa adanya, jangan banyak menuntut dan mudah dilayani. Selalu renungkan bahwa apapun yang dimiliki, semuanya adalah pinjaman semata-mata. Setelah kematian datang menjemput, tidak satupun yang bisa dibawa. Di samping itu milikilah rasa puas atas apa yang telah dimiliki dan jangan sekali-kali membanding-bandingkan diri sendiri dengan kelebihan orang lain. Semoga bermanfaat..

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Bahaya Merokok

0 comments

Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.

Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru.
Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan.
Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.


Efek Racun

Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko (dibanding yang tidak mengisap asap rokok):

14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
4x menderita kanker esophagus
2x kanker kandung kemih
2x serangan jantung
Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung, serta tekanan darah tinggi.


Batas Aman

Menggunakan rokok dengan kadar nikotin rendah tidak akan membantu, karena untuk mengikuti kebutuhan akan zat adiktif itu, perokok cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam, dan lebih lama.

TIDAK ADA BATAS AMAN BAGI ORANG YANG TERPAPAR ASAP ROKOK.

Tentang Kanker

Kanker pembunuh terbesar, yaitu kanker paru-paru, membunuh hampir 90% penderitanya, atau hampir 30% dari seluruh kematian akibat kanker. Namun sesungguhnya justru kanker paru-parulah yang paling mudah dicegah. Surver dalam beberapa dekade menunjukkan bahwa satu-satunya penyebab mayoritas kanker paru-paru adalah asap rokok.


Karsinogen

Zat-zat karsinogen (pemicu kanker) yang terkandung pada rokok adalah:

vinyl chloride
benzo (a) pyrenes
nitroso-nor-nicotine

Zat-zat berbahaya dlm sebatang rokok:




Bookmark This

Ziddu - Uploading your file